http://balittra.litbang.deptan.go.id

Berita
Galur Harapan Padi Toleran Rendaman Berpotensi > 5 t/ha di Lahan Lebak
Info Aktual
Thursday, 11 March 2010
ImageMasalah dan tantangan pembangunan pertanian di Indonesia akan makin berat dan kompleks, terutama dalam kaitannya dengan meningkatnya kebutuhan hasil pertanian terutama pangan akibat bertambahnya jumlah penduduk dan menyusutnya lahan subur penghasil pangan karena beralih fungsi ke penggunaan non pertanian. Lahan lebak dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah dan sekaligus menjawab tantangan tersebut, mengingat potensinya cukup luas sedangkan pemanfaatannya belum dilakukan secara intensif dan ekstensif. Hal ini terutama dikarenakan berbagai kendala seperti regim air yang beragam, banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau, serta draenasi lamban. Teknik penataan dan pengelolaan lahan serta pola tanam yang tepat dan sesuai dengan karakteristik lahan, serta berbagai komoditas terutama padi yang mempunyai daya toleransi tinggi terhadap kondisi lahan lebak sangat diperlukan untuk mengatasi kondisi cekaman air yang beragam. Hasil uji adaptasi yang dilakukan pada musim hujan 2009/10 di lahan lebak Kalimantan selatan menunjukkan bahwa galur harapan padi yang toleran rendaman dan berdaya hasil tinggi serta fenotipik akseptabilitasnya yang baik, yaitu : IR 70181-5-DMI-1-2-B-1, IR 70213-9-CP4-12-UBN-2-1-3-1 dan WAR 115-1-2-4-2-4-B-B-4 dengan potensi hasil masing-masing 6,83; 6,65; dan5,35 t/ha. Sedangkan varietas tapus hanya menghasilkan 4,39 t/ha. Ciri dari galur padi tahan rendaman ini antara lain tinggi tanaman 171-217 cm, tahan dengan tinggi genangan 119-130 cm, tahan lama genangan antara 7-12 hari, dan mempunyai kemampuan memanjang (elongeted)
 
KPRI “KINDAI” Balittra adakan RAT tahun buku 2009
Info Aktual
Tuesday, 02 March 2010
Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “KINDAI” adalah koperasi karyawan yang bekerja di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) dan beranggotakan sebanyak 162 orang. Sesuai dengan Anggaran Dasar KPRI “KINDAI” bahwa pengurus koperasi harus membuat laporan keuangan dan pertanggungjawaban kegiatan setiap tahun. Dengan berakhirnya tahun buku 2009 pada tanggal 31 Desember 2009, KPRI “KINDAI” telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada tanggal 25 Pebruari 2010. Rapat dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi & UKM Kota Banjarbaru dan perwakilan dari Gabung Koperasi Pegawai Republik Indonesia (GKPRI) Kalsel. RAT dibuka oleh Kepala Balittra yang diwakili oleh Kepala Subbag Tata Usaha (Murjani,SSos). Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi & UKM menyambut baik dan menyampaikan penghargaan atas keberhasilan pengurus dalam mengembangkan Koperasi. Pada RAT ini, disampaikan perkembangan KPRI “KINDAI” selama satu tahun meliputi keragaan organisasi, kegiatan usaha, keuangan, masalah-masalah yang dihadapi serta program kerja pada tahun 2010. Ir. Muhammad selaku Ketua Koperasi melaporkan Sisa Hasil Usaha pada tahun 2009 sebesar Rp. 97.491.250,- dan telah mengalami kenaikan sebesar 17,8% dibandingkan tahun 2008. Keberadaan koperasi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh anggota dan bahkan telah banyak membantu kebutuhan instansi induknya, Balittra. Harapan kedepan, koperasi dapat berjalan lebih maju terutama dalam hal manajemen dan pengembangan usaha, mengingat SDM yang ada berasal dari karyawan Balittra sendiri yang sering berbenturan dengan tugas pokok pegawai yang bersangkutan.
 
Berkah El-Nino Bagi Petani Rawa Lebak
Info Aktual
Friday, 12 February 2010
Bagi kawasan lebak tampaknya El-Nino merupakan berkah, terutama rawa lebak di Kalimantan selatan. Rawa yang tadinya membentang luas sejauh mata memandang berupa kawasan air berubah menjadi kawasan hijau pertanian dengan berbagai ragam komoditas dari padi, jagung, kedelai, semangka, labu kuning, ubi jalar, sampai sayur mayur berupa terung, cabai, tomat dan sebagainya pada musim kemarau. Pada akhir tahun 2009, meskipun El-nino dianggap lemah dimana kemarau tidak terlalu panjang, namun dapat memberi kesempatan bagi petani lebak untuk menanam padi surung (padi yang ditanam menjelang musim hujan). Tim Peneliti Balittra, yang terdiri dari Dr. Mukhlis, Ir. R. S. Simatupang,MS, Ir. Yanti Rina,MP, Ir. N. Fauziaty dan Ir. Nurtirtayani pada pertengahan Januari 2010 lalu berkempatan mengunjungi areal pertanaman padi surung yang sudah berumur 2,5 bulan di desa Siam Gantung, kec. Daha Selatan, kab. Hulu Sungai Selatan (Kalsel). Padi ini nantinya akan dipanen pada saat tinggi air mencapai 1,5 m dan hanya dapat dilakukan dengan menggunakan perahu. Menurut Kepala Desa Siam Gantung, dengan musim kemarau yang agak panjang, petani dapat mempersiapkan bibit padi dan mempunyai waktu yang cukup untuk menanam. Dalam keadaan normal, datangnya air sangat cepat dan petani tidak sempat menanam. Dengan menggunakan padi varietas lokal (Siam Arjan), produksi padi berkisar 3,5 – 4,0 t GKP/ha. Hasil penelitian Balittra yang dilaksanakan di KP. Tawar pada MH 2009/2010, produksi padi varietas Inpara 3 dapat mencapai 4,5 t GKG/ha.
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Results 1 - 4 of 24
>

Pengunjung yang on line saat ini

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Waktu Sekarang

Agenda Kegiatan

« < March 2010 > »
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Disclaimer

Selamat Datang di Web Site Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) # Kritik dan Saran Sangat Kami Harapkan dalam membangun Content di Web Site Kami

Google Search

Webdeptan.go.id

Link

Hubungi Administrator

Jejak Pendapat

Pendapat anda tentang web site ini...
 

Teknologi Lahan Lebak

Advertisement

Teknologi Pasang Surut

primatani
alsintan
KKP3T
Agritek